Tag Archive | puncak kenikmatan

Cara-Cara Ampuh Ciptakan Klimaks Bercinta

DALAM urusan seksual, kenikmatan dapat diraih dengan berbagai hal. Jika tak berhasil meraih orgasme dengan cara seksual, Anda dapat menyiasatinya dengan cara-cara ini.

Orgasme bukan menjadi akhir kenikmatan bagi pasangan yang sedang bercinta. Di luar itu, ada banyak cara menggapai kenikmatan seksual Anda. Jika bingung mewujudkannya, Idiva memberikan bocorannya.

Foodgasm

Makanan pun bisa memiliki sisi sensual di mana bisa bersifat sebagai afrodisiak. Untuk mempraktikkannya, Anda dapat memasak makanan dan kemudian memakannya bersama-sama dalam keadaan tanpa busana.

Shopgasm

Semua wanita pasti mengalami hal ini. Yang harus Anda lakukan adalah mencoba dan meningkatkan kenikmatan yang terjadi di sekitar Anda. Caranya, Anda dapat menampilkan busana yang membuat Anda terlihat menawan di hadapannya. Selain busana yang membuat tubuh terlihat menarik, menggunakan aksesori yang menggugah pasangan agar segera masuk ke kamar pun menjadi pilihan.

Roamgasm

Siapa yang tidak suka bepergian? Pergi ke kota atau desa, pantai atau pegununangan, semuanya dapat Anda wujudkan dengan agenda yang menyenangkan bersamanya. Selama dalam perjalanan tersebut, Anda dapat berpetualang cinta bersamanya secara liar.

Thrillgasm

Lakukan agenda yang dapat memompa adrenalin Anda, misalnya saja arung jeram, paralayang, terjun payung hingga melakukan perjalanan ke bukit kecil. Selain menguji nyali, agenda tersebut dapat meningkatkan adrenalin Anda.

Sleepgasm

Cobalah untuk tidur lebih awal sehingga dapat bangun lebih pagi dan memberikan kebahagiaan yang lebih baik bagi tubuh dan kehidupan seksual Anda. Hal ini lebih baik ketimbang memompa energi dengan nikotin atau kafein.

Lovegasm

Klimaks tak selalu harus diwujudkan dengan aksi yang dahsyat. Lewat agenda ringan seperti kecupan di pipi, pelukan, belaian, dan sentuhan hangat pun dapat memompa aliran cinta yang nantinya bermanfaat bagi agenda seksual Anda.

LARANGAN SAAT BERCINTA

BERCINTA memang tak punya aturan. Semua tergantung pada taste Anda dan pasangan. Tapi masalahnya, masing-masing orang punya ekspektasi terhadap cerita seksnya. Karena itu, ada larangan bercinta yang harus Anda hindari.

Saat seranjang bersama pasangan, ada beberapa kesalahan umum yang mungkin tidak Anda sadari. Kalau ia cenderung menyembunyikannya, sebagai pasangan, sebaiknya Anda bisa menangkap sinyal kesalahan itu.

Berikut delapan kesalahan yang harus dihindari selama bercinta, seperti dilansir Times of India.

Tidak mencium

Percaya atau tidak, banyak orang (termasuk wanita) tidak mencium pasangannya ketika berhubungan seks. Mengapa? Mungkin karena posisi bercinta tidak memungkinkannya untuk mencium atau karena terlalu bersemangat mencapai klimaks.

Tanpa disadari, hal ini bisa mematahkan semangat irama percintaan. Jadikan ciuman salah satu aksi menuju puncak kenikmatan yang tak boleh tertinggal.

Menggigit sebelum pasangan siap

Sementara sebagian orang begitu menikmati aksi agresif pasangan, menggigit salah satu bagian tubuh sebelum tubuh mereka benar-benar siap akan terasa menyakitkan, tidak nyaman, bahkan membuatnya ketakutan. Jadi, pastikan pasangan Anda siap sepenuhnya sebelum Anda menggigit telinga, bahu, leher atau bagian tubuh lainnya.

Mengabaikan bagian tubuh lain

Dalam urusan ranjang, alat genital memang penting, tapi sepatutnya Anda juga memperhatikan bagian lain tubuh lain. Fokus pula pada bagian tubuhnya, seperti lutut, pergelangan tangan, punggung dan perut sebagai area sangat sensitif pria, juga wanita.

Belaian lembut di area ini akan membantu merangsang pasangan Anda. Dan pada gilirannya, meningkatkan kesempatan mereka untuk memuaskan Anda.

“Menumpahkan” berat badan ke pasangan

Ketika berada di atas tubuh pasangan, Anda harus berhati-hati untuk tidak “menumpahkan” berat badan sepenuhnya. Menutupi akses pasangan untuk bernapas atau menghambat laju aksinya tentu membunuh kesenangan momen pergumulan.

Mencapai klimaks terlalu cepat atau terlalu lambat

Ini terutama dilakukan oleh pria. Para pria, Anda perlu mengendalikan otot-otot dengan baik untuk memastikan bahwa Anda ejakulasi dalam waktu yang tepat. Jika terlalu cepat, Anda bisa meninggalkan ketidakpuasan pada pasangan, tapi terlalu lamban pun meninggalkan kesan Anda tak kuat mencapai klimaks.

Untuk menghindari hal ini, sediakan banyak waktu untuk foreplay (berlaku pada pria dan wanita). Jika Anda butuh waktu lama dan hanya bisa ejakulasi melalui rangsangan manual, lebih baik pasangan orgasme lebih dulu, untuk kemudian ia bisa “melayani” Anda.

Kemudian, kalau Anda ingin quickie sex, pastikan pasangan tahu keinginan Anda. Jangan sampai ekspektasinya terlalu tinggi untuk menikmati percintaan panjang, padahal Anda ingin segera mengakhirinya.

Tidak memberitahu saat ingin mencapai klimaks

Kalau Anda ingin mengakhiri pergumulan, katakan pada pasangan dengan kalimat sederhana, misalnya “Aku siap.” Agar tak kecewa, pasangan harus tahu.

Terlalu diam

Suara yang keluar saat bercinta menjadi salah satu penghargaan Anda terhadap pasangan, misal lewat erangan atau bahkan mengatakan sesuatu seperti, “Itu rasanya sangat menyenangkan”. Hal tersebut pun memberi panduan mereka, akan meneruskan ataukah menghentikan aksinya dan mencari zona erangan Anda lainnya.

Aksi mekanis

Pasangan bukanlah mesin seks yang selalu panas setiap kali Anda memerlukannya. Ia adalah partner Anda untuk bersama-sama mencapai puncak kenikmatan.

Pastikan Anda mencampurkan kecepatan dan intensitas aksi yang dilancarkan, dari cepat ke lambat, dan sebaliknya. Jadilah pasangan kreatif Anda. Selanjutnya, Anda bisa menikmati variasi itu.