Tag Archive | investasi emas

harga emas akan terus turun

TRIBUNNEWS.COM – Anda yang sedang investasi emas atau berniat ke sana, pertimbangkan hasil survei terbaru ini.

Kontan melaporkan, untuk pertama kalinya pada tahun ini, para trader emas merasa pesimistis terhadap pergerakan harga emas.

Sekitar 15 dari 29 analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, harga si kuning kinclong akan melorot pada pekan depan. Sedangkan lima analis lain memilih netral.

Ada beberapa penyebab yang mendasari hal tersebut. Di antaranya, the Federal Reserve memberikan sinyal tidak akan menggelontorkan stimulus moneter dalam waktu dekat.

Faktor lainnya adalah aksi mogok para pedagang perhiasan emas di India terkait kenaikan pajak impor emas. Menurut Bombay Bullion Association pada 2 April lalu, tingkat impor emas India akan anjlok hingga 81% pada Maret lalu. Bahkan diramal, pada kuartal II ini, impor emas akan melorot 40%.

“The Fed sepertinya tidak akan melakukan quantitative easing. Jika melihat perekonomian AS yang semakin membaik, maka hal itu berdampak negatif bagi emas,” jelas Carole Ferguson, analis Fairfax IS di London.

Ferguson menambahkan, pesona emas mulai memudar tahun ini. “Pasar perhiasan di India memiliki peranan penting dalam membentuk harga emas. Jika aksi mogok terus berlanjut, maka dalam jangka panjang sedikit mengkhawatirkan bagi harga emas,” urainya

harga emas turun

JAKARTA – Harga emas lokal yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami penurunan tajam Rp6.000 per gram atau 1,10 persen. Bahkan, harga pembelian kembali (buy back) emas terpuruk Rp6.000 per gram dari Rp484 ribu ke Rp478 ribu.

Jika dilihat sepekan lalu, harga emas telah turun Rp8.000 per gram atau 1,43 persen, dimana pada sepekan lalu harga emas lokal masih berada di kisaran Rp556 ribu per gram,

Berikut harga emas Antam seperti dilansir dari logammulia.com, Kamis (5/4/2012) yakni emas satu gram Rp548 ribu, dua gram Rp1,056 juta, 2,5 gram Rp1,310 juta, tiga gram Rp1,564 juta, empat gram Rp2,072 juta, lima gram Rp2.590.500, 10 gram Rp5,140 juta, 25 gram Rp12,775 juta, 50 gram Rp25,485 juta, 100 gram Rp50,920 juta, dan 250 gram Rp127,200 juta.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga emas jatuh akibat kekhawatiran krisis utang Eropa kembali muncul. Bahkan, harga logam mulia ini sempat turun hingga lebih dari USD57 dolar.

Seperti dikutip dari Associated Press (AP), harga emas turun hingga USD57,9 atau 3,5 persen menjadi USD1.614,1 per ons. Lelang surat utang pemerintah di Spanyol yang mengecewakan mengisyaratkan bahwa kepercayaan investor dalam keuangan negara itu melemah. Spanyol mengumumkan kenaikan pajak dan pemotongan anggaran pekan lalu, yang dapat melukai ekonomi lebih lanjut.

Imbal hasil Obligasi di Spanyol langsung meroket, sangat mahal untuk negara yang tengah berusaha mengumpulkan uang. Indeks saham acuan Jerman jatuh 2,8 persen, indeks Prancis turun 2,7 persen di Perancis dan indeks Inggris turun 2,3 persen.

Sementara seperti dikutip dari Reuters, Spot Gold naik USD2,64 menjadi USD1.621,89 per ons, Spot Silver naik tipis 4 sen ke USD31,36 per ons, Spot Platinum turun USD1,80 menjadi USD1.590,75 per ons dan Spot Palladium turun tipis 95 sen ke USD628,50 per ons.

Sedangkan untuk Comex Gold untuk pengiriman Juni naik USD9,20 ke USD1.623,30 per ons dan Comex Silver untuk pengiriman Mei menguat 32 sen menjadi USD31,37 per ons.
(mrt)

hal yang harus diperhatikan dalam menimpan uang melalui emas

Magnet bisnis emas batangan memang luar biasa. Bukan hanya investor berpengalaman, bahkan ibu-ibu rumah tangga dan bujangan yang punya uang lebih ala kadarnya, ramai-ramai  belanja komoditas tersebut. Marketing yang menawarkan investasinya pun tak kalah gesit — sudah bisa datang ke rumah untuk presentasi.

Karena itu, sebaiknya kita pahami beberapa hal yang mempengaruhi nilai investasi komoditas ini. Jangan sampai terkena bujuk rayu atau bahkan terkena hipnotis keuntungan semu.

Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan investasi emas, baik melalui sistem gadai maupun jual-beli.

Pertama, sadari bahwa sifat dari investasi — tak terkecuali investasi emas — cenderung spekulatif. Anda bisa untung, bisa juga rugi. Biasanya, untuk mengurangi potensi kerugian, digunakan perhitungan yang matang dengan memasukkan variabel yang berpengaruh. Baik positif maupun negatif.

Untuk itulah, alangkah baiknya Anda menanamkan uang lebih (di luar biaya operasional bulanan) dan tidak sekaligus dalam satu jenis investasi.

Kedua, jangan pernah berpikir dan tertipu rayuan bahwa harga emas selalu naik. Pada tahun ini saja sudah  beberapa kali terjadi fluktuasi. Harga September misalnya, lebih tinggi dibandingkan bulan Oktober. Kenaikan sebenarnya terjadi pada harga rata-rata tahunan.

Namun, rata-rata kenaikan tahunan itu pun tidak selalu besar. Di bursa London, sepanjang tahun 2000-2001, perubahan harga emas malah negatif (-1,7 persen dan -3,9 persen). Atau, pada tahun 2005 dan 2009, kenaikan tahunannya cuma tiga persen.

Satu-satunya periode yang kenaikan harganya mencapai angka 30-an persen, seperti banyak dijadikan simulasi perhitungan ketika sedang membujuk calon investor, adalah tahun 2008. Karena itu, bersikap kritislah terhadap bujukan pemasar atau orang yang akan mengelola investasi Anda.

Ketiga, seperti komoditas lainnya, harga emas dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan penawaran. Satu hal yang juga perlu diingat, Bank Indonesia juga melakukan jual beli emas — yang biasanya digunakan untuk menjaga stabilitas moneter. Tahun lalu, Bank Indonesia dan Dana Moneter Internasional (IMF) melepas sebanyak 53,2 ton emas.

Ketika perubahan harga emas hanya tiga persen, yaitu pada tahun 2005 dan 2009, bank sentral dan IMF pada tahun sebelumnya mengguyur pasar dengan 395,8 dan 157 ton. Itulah data yang dilansir oleh World Gold Council.

Saat ini, ada kesepakatan para bank  sentral yang disebut sebagai Central Bank Gold Agreement, agar emas yang dilepas di pasar tidak lebih dari 400 ton.

Selain itu, indikator ekonomi makro seperti suku bunga, kurs, apalagi indikator pasar modal, bisa secara langsung mempengaruhi harga emas. Jika ada tawaran menarik dari suku bunga, atau ada gairah di pasar saham, dan bisa juga di pasar obligasi, aliran dana bisa berpindah. Para pemburu keuntungan akan meninggalkan emas.

Keempat, jika pada akhirnya Anda memutuskan investasi di komoditas emas, jangan lupa mendiskon keuntungan nominal yang diperoleh dengan inflasi. Sehingga, yang didapat adalah keuntungan yang benar-benar riil atau nyata. Seandainya keuntungan yang diperoleh sesuai janji, katakanlah 15 persen, sementara inflasi rata-rata 6 persen, maka keuntungan yang riil adalah 9 persen.

Namun, melongok data 2005 dan 2009, setelah didiskon oleh inflasi, maka justru kerugian yang makin besar.

Selain itu, secara nominal perlu juga dikurangi untuk biaya penyimpanan jika ingin menyimpannya secara fisik atau biaya administrasi eandainya “dikuasakan” kepada manajer investasi.

Karena itulah, kenalilah lahan investasi sebelum masuk ke dalamnya. Dan pastikan, dana yang diinvestasikan adalah dana lebih (bukan biaya sehari-hari). Jangan sampai malah terjerembab. Selain itu, ingatlah baik-baik pesan Warren Buffet, magnet bisnis Amerika yang kekayaannya mencapai $ 39 miliar: “Never invest in a business you cannot understand.”

Buffett seolah ingin menegaskan, jangan sampai tersengat racun di balik rayuan manis investasi.