TELAH BERPULANG KE RAHMATULLAH….

Aku baru saja berbaring lagi di tempat tidurku,setengah tidur , ketika ada panggilan dari mesjid :
” innalillahi wainnailaihi raji’un , telah berpulang ke rahmatullah , nama : ilham , umur 31 tahun …….. “
lalu ada panggilan lagi
” innalillahi wainnailaihi raji’un , telah berpulang ke rahmatullah , nama : ilham , gelar ABANG ,umur 33 tahun …….. “
lalu ada panggilan lagi
” innalillahi wainnailaihi raji’un , telah berpulang ke rahmatullah , nama : ilham ,atau ABANG umur 33 tahun …….. “
kali ini mataku terbuka , si ABANG ? yang tokonya dulu tetangga – an dengan tempat aku bekerja ? aku ingat – ingat lagi data yang diumumkan di mesjid tadi.. ..
ABANG, laki – laki yang aku kenal sekitar 4 atau 5 tahun lalu, emang yang itu yang meninggal ? aku  masih kurang percaya juga. Dia tinggal beberapa blok dari tempat tinggalku sekarang.. Kenalnya waktu aku masih bekerja dulu, dan Si ABANG waktu itu masih belum menikah, begitu juga aku.  Tapi dia sudah mau menikah dengan seorang wanita yang biasa kami panggil kakak ( karena  pacarnya si ABANG ). Tiba – tiba saja dia rajin menelphoneku..
awalnya cuma ganggu – ganggu begitu saja. Karena tokonya beberapa meter dari tempatku bekerja dan dia biasa nongkrong di toko depan, begitu aku pulang dari mesjid, seringnya aku lewat depan dia… dari ganggu – ganggu, lalu sapa – sapa, yah sekedar aja… lalu lirik – lirik, nahh aku mulai GR nih.. begitu aku lihat dia , dia tersenyum…
Ngak begitu gagah sbenarnya, kepalanya dicukur botak , tinggi, agak besar badannya, tapi bersih, suka memakai baju 2 lapis., cukup mempesona juga. Entah bagaimana awalnya di agak rajin nelpon. mungkin karena keseringan memergoki lagi memperhatikan aku, lama – lama aku jadi penasaran juga, . Dari penasaran jadi pengen kenal…. yah , mau tau saja kok sudah tunangan masih lirik – lirik aku, masih suka perhatian apa yang aku lakukan , lalu suatu malam ketika dia nelpon, uring – uringan lalu aku tanya sekedarnya saja ” kenapa ? “
” entahlah neng kenapa begini….” lalu diam
“Abang naksir neng , padahal abang tau ini salah..abang sudah punya kakak, neng juga sudah punya pacar kan  … ?”  Dia tau aku sudah ada yang mengantar pulang,hampir  setiap pulang bekerja ..
” kenapa sampai bang ? ” entah pertanyaan macam apa yang aku lontarkan karena terkejut.
“entahlah neng , semakin liat neng semakin Abang suka, neng juga suka Abang kan ?!  ” oo…oo
” Abang liat dari mata neng …. ” mau ngomong apa nihhh ? dia cukup menarik sebenarnya, atau mungkin karena aku merasa ngak cantik ,  waktu sekolah dulu ,  merasa dikucilkan, begitu ada yang suka, aku seringnya merasa tersanjung , . Atau karena keseringan kepergok liat aku, jadi sering beradu pandang, lama – lama aku sering melihat dia..
mungkin karena masih muda, atau kerena ngak tau norma, walaupun dia sudah tunangan , aku pengen tau seberapakah menariknya aku sehingga dia sampai suk wanita lain selain tunangannya. atau karena aku sudah mulai merasa kalau pacarku sudah mulai kelihatan bosan menjemputku , dan suka mengeluarkan kata – kata yang membuatku merasa kurang dihargai lagi… ( aku sudah pacaran sekitar 2 – 3 tahun, dan si Abang sama  Si kakak sudah pacaran sekitar 6 tahunan ) , aku sebenarnya memang mulai menyukainya.  mungkin juga karena aku merasa bukan sosok yang menarik, tiba – tiba ada yang bilang sebaliknya, aku jadi tersanjung… Entahlah, tapi memang benar aku suka, dan aku pengen dekat. Tapi ngak mau pacaran…  ngak ada dalam kamus aku punya pacar lebih dari satu looo… , tapi kenal kan boleh – boleh saja.
beberapa hari setelah ‘pengakuan’ nya itu dia agak jarang lirik – lirik aku lagi, sepertinya sembunyi saja di toko… ( atau lagi sibuk ). ngak ada nelpon, mungkin kepalanya sudah ringan setelah pengakuannya itu… Tapi ngak lama, ia kembali seperti semula.
banyak hal – hal kecil yang terjadi setelah itu. kalau datang pagi atau mau kemana – mana , dia sering lewat depan tempat aku bekerja, lalu dia sempatkan liat ke dalam.  Aku juga mulai memperhatikan ‘apa dia sudah datang atau belum… ‘ nah mungkin karena keseringan begini aku jadi benar – benar suka ( tapi tetap , aku ngak mau pacaran ). Sering juga ketika aku liat kearah tokonya , dia juga liat aku, kami sama – sama senyum ( aaahh nulis cerita ini jadi ingat , sebenarnya banyak hal – hal kecil yang aku lupakan setelah menikah ) . Pernah suatu hari , hujan agak lebat, dia sendirian di tokonya, karena hujan jadi ngak ada pengunjung , dia nelphone dan bilang kangen..
Pernah juga sekali entah bagaimana awalnya dia mengantar ku pulang, kalau ngak salah bertemu dijalan, aku sehais minjam komik ,kalau ngak salah juga waktu itu dia ngajakku berbuka puasa di sebuah restoran. Sepertinya dia sudah biasa ke sini.. dia pesan ikan bakar , besar , dan dia makan lahap… ( seperti belum makan 3 bulan, pantas saja badannya besar, pikirku sambil senyum sendiri dalam hati ) . tiba – tiba dia bilang tampa senyum
” sudah lama makan Abang ngak seenak ini, mungkin karena ada neng ”  aku cuma diam. mau senang atau mau sedih… ? berharap apa yang dia bilang itu benar tapi kondisinya saat itu aku adalah sepia, mungkin saja ini bukan pertama menselingkuhi tunangannya.. dan kalau begitu pasti dia sudah ahli..
kita pernah duduk berdua begini, mencoba menyelami pribadi masing – masing dan perasaan salah kita mungkin  2 kali.  ( susah ngingatnya.. ) di tempat yang sama , sebuah restoran yang rame. Kali yang kedua ketika sekitar jam setengah 7 an, entah aku yang minta bertemu, entah dia.. sekitar jam 8, aku sudah minta diantar pulang gak mau dikira cewek apaan, malam – malam masih keluyuran. di jalan mau ulang tiba  tiba saja dia bertanya, seertinya setelah agak ikir karena sepertinya begitu menurut aku.
” neng kalau ndak pulang ke rumah agak sehari semalam , apa kata orang tua neng ”
” ya marah dong , eman neng cewek apa – an ” spontan saja kujawab begitu. Karena memang aku tak mau dikira begitu. Yang tersirat saat itu adalah dia mau mengajakku kesuatu tempat dimana tak ada yang mengenali, menghabiskan hari bersama, tapi pakai malam ? .. aku jadi agak merinding,.. kalau siang saja mungkin akan menjadi kenangan indah untuk kita kenang tapi aku ngak berani sama sekali ambil resiko. Yang keingat waktu itu adalah , ketika suatu hari dia bertanya pada temannya tempat  biasa nongkrong tentang berapa sewa kamar hotel biasanya. Waktu itu mau tahun aru dan aku bertanya dalam hati ” emang mau diajak menginap tuh si uni ?. tapi yahh.. prasangka ku saja kali.. sekarang jadi kepikir  ‘ emang ini laki – laki suka mengajak wanita menginap ?’.  lagi – lagi yah.. prasangka ku saja, aku belum berani memastikan. andai saja dia bilang dengan jels begini ” tidur bareng yukk” barulah prasangka itu benar adanya dan aku ada alasan jelas untuk ngak sudi lagi menatapnya… apalagi jatuh cinta. tapi yah… sampai akhirnyapun tak bisa aku pastikan apakah dia laki – laki yang antas untuk aku suka atau laki – laki yang suka jatuh inta ada wanita, atau bahkan laki – laki yang suka mengajak perempuan tidur, karena emang tak ada kesempatan untuk membuktikan dugaanku… hanya saja ada seorang , yang tiba – tiba rajin nelphone di saat bersamaan, katanya dapet nomorku dari si Abang. suatu malam.. sekitar jam 8 nan , hujan lebat. katanya ” kalau mau tau siapa aku, dapet darimana nomor neng bisanya cuma sekarang ” Dasar aku nekat, ketika laki – laki itu mengajak ketemu, aku menawarkan jalan depan rumah aku. jaga – jaga kalau ada apa – apa malam malam begini tinggal lari kerumah… ternyata memang temannya si Abang , okonya disebelah toko si Abang,  sudah beristri dan aku kenal dekat istrinya. jadi kepikiran ” apa aku dikira suka mengganggu rumah tangga orang ” atau lebih parah, mau di ajak one night stand, hanya gara – gara orang – orang sekitar kita tau perasaan kita, berarti orang – orang itu taunya perempuan yang diajak si Abang bisa juga diajak orang lain… ?
duhh makin pusing dehhh…
yah… akhirnya perlahan tapi pasti aku dan si Abang menjadi jauh. Dia berkurung saja di dalam tokonya , kemudian ada tanggal ernikahannya.. o ya , pertemuan kita berdua yang kedua , saat itu dia bilang dia dan si kakak sudah ditetapkan tanggal pernikahannya. ”
lalu saat itu dia hendak memegang kakiku ( dia mengantarku pulang dengan sepeda motor ) tapi kutepis.  lalu dia bertanya ” boleh ngak Abang mencium neng ? ” spontan saja ku bilang ” tidak ”  Bukan nya mau sok suci
” kenapa ? ” katanya
” karena kita tidak saling memiliki.. Abang sudah mau menikah dan aku walaupun hubungan lagi ngak baik , tetap saja sudah ada yang punya ” kalau ngak salah sejak itu dia menjauh dari aku ( terpikir juga memang laki – laki  asal dekat sama perempuan maunya yang begituan saja ya, kalau ngak mau ya ngak usah dekat ? )
Pada hari pernikahannya aku dikasih undangan,. aku datang … malah pacarku waku itu bersemangat sekali mengantarku, ssakit hati mungkin  pasalnya aku cerita tentang si Abang ini dan kebetulan dia kenal sekali.
sedih ? entahlah… rasanya biasa – biasa saja mungkin karena sudah tau bakalan begini sejak semuanya berawal, hanya tinggal hadapi saja.. malamnya sekitar jam 9 atau 10 an, abang nelphone , tanya ” itu pacar neng ” dia menyebutkan sebuah nama , nadanya ngak nyangka ternyata kenal dekat dengan dia
” ya ” jawabku. tiba – tiba telphone terputus , .. ketika kutelphone balik kemudian nomor itu sudah tidak aktif lagi. dan itu terakhir kalinya, di malam pengantinnya…
Entah dugaanku tentang dia benar adanya, atau perasaannya padaku tulus adanya,… yang pasti saat ini dia sudah tiada… kata orang sakit karena memakai obat – obat terlarang . Abang meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki – laki umur 3 tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s