perasaanku kah yang salah ?

uuuuhhh….  entah aku egois entah gimana….

pagi sekali neneknya Arick nelpon. Katanya pengen main sama Arick. Tapi gara – gara ini aku berantem lagi dengan suamiku. …

Arick itu anak pertamaku. sekarang aku hamil tua. Karena aku ingin mengasuh Arick dengan tanganku sendiri, aku memutuskan berhenti bekerja , waktu itu sebagai guru SMK, aku berhenti kuliah. Seratus persen kuberikan perhatianku supaya anakku itu berkembang fisik dan psikologis seperti yang kurasa terbaik…  Tahun pertama walaupun sangat berat , tapi sudah mampu aku lewati.. Nah ini tahun kedua dan anakku itu sudah mulai jinak rewelnya… sudah agak ringan hari – hariku. entah bagaimana nanti setelah melahirkan lagi…

nah pagi ini ketika suamiku bilang akan bawa arick, aku ngak tau mesti bereaksi apa. Banyak alasan yang memberatkan hati,. Tapi disisi lain aku kan ngak mungkin memonopoli saja sendiri.

Rumah neneknya Arick dekat dari sini ” nanti kalau kangen kamu tinggal mandi lalu menyusul ” katanya ketika aku bilang ” kalau bukan karena neneknya juga sayang Arick aku ngak mau. ngak enak berpisah dari anak “. Begitu kataku ketika dia dengan wajah kesal memaksaku..

Sebenarnya tadi ketika dia bilang mau bawa arick , aku lagi mengumpulkan pikiran – pikiran positif  biar ngak begitu merasa kehilangan. Tapi suamiku malah bilang ” sakit hati da boy kau diam aja ” lalu meremas pundakku. sayangnya remasan itu sakit dan ikin sakit hati, aku jadi batal berniat melepaskan Arick.

aku sering didiamkan begitu, sekarang aku yang begitu kena marah, ngak adil dong, kan bukan dia saja yang manusia, mau dihargai. ngak mau dong,. kau menikah menikah ukan untuk diabaikan.. selain keutuhanku yang lain juga terabaikan…

sebenarnya aku memang harus membagi Arick dengan neneknya, tapi aturan dirumahku beda.. misalnya saja masalah makan,. kalau aku berusaha mengosongkan perut anakku 2 atau 3 jam sebelum jam makan biar makannya lahap (kenyataannya makan arick memang lahap ). biar pencernaannya punya waktu istirahat, biar ngak kenyang dengan makanan manis saja, karena kalau bisa makanan yang berminyak dan manis agak dikurangi karena mengurangi nafsu makan, begitu yang aku pelajari… Nah kalau di Palolok ( kita menyebutnya begitu karena nama kawasannya itu palolok ) apa saja dikasih,… aku kawatirnya anakku akan semakin lama akan kehilangan nafsu makannya kalu sering – sering begitu. padahal aku sudah berjuang setengah tahun  sampai anakku bisa makan lahap begini.. masa ‘ mesti ngulang lagi.. apalagi sebentar lagi aku juga punya anak bayi , ngak punya banyak waktu lagi unutk yang begituan.. mau dikasih makan kue saja, uang belanjaku kan ngak cukup… minta nambah ngak mungkin ntar aku malah kena kata – kata. huuuuh…..

secara psikologis, aku berusaha menanamkan ke anakku kaalu punya adik itu menyenangkan,. tai kalau dialolok suka ada yang bilang ” kasian,,,… sebentar lagi kamu ngak akan ierhatikan orang seperti ini lagi , kalau sudah unya adik, jadi nikmatilah… ” Menurut aku kata – kata begitu hanya akan mengajarkan anakku untuk takut berbagi.. punya adik berarti semua sayang yang selama ini untuk dia akan pindah. nah ujung – ujungnya anakku punya sifat iri , cemburuan, sempit hati… begitu yang aku pelajari, setidaknya begitu yang aku percaya…

Anggap saja itu cuma kekhawatiranku saja… yang ngak enaknya, kalau Arick kutinggal disitu. ketika aku kembali Arick nangis. si kakae bilang ” tadi dia ngak ada iunya ngak nagis – nangis. tentu saja begitu karena semua keinginannya dituruti , begitu ibunya di dikarehan saja ” nah dia bilang begitu pada semua orang yang datang. iyalah maksudnya cucu satu itu sangat disayangi,. tai kan aku malu.. memangnya anakku aku kasari saja apa. wong dia kangen karena kutinggal. lagipula menurut aku tidak baik menuruti segala keinginannya, nanti dia jadi manja, aku juga yang sudah. anakku harus tau mana yang dilarang, dan mana yang ngak boleh. dia harus tahu hidup itu ada aturannya. sekarang atau nanti.. semakin dini dikenalkan dia tidak akan susah nantinya mengubah pola pikirnya. begitu menurut aku. toh anakku tau itu kalau denganku….

ingat kata – kata  sikakek begitu aku jadi semakin malas melepas arick kesitu.. aku kan juga punya muka… masa’ pada semua orang si kakek bilang begitu… rasa mau melawan, kan ngak mungkin….

yang leih ngak mungkin lagi memonopoli Arick sendirian saja. nenek dan kakek dan semuanya sayang sekali sama Arick. harusnya aku bersyukur dong unya banyak orang yang mau merawat anakku, apalgi nanti pas melahirkan. kan repot banget. anak – anak lain ngak seberuntung arick….

yah tapi bagaimanapun aku lebih tenang dan nyaman kalau arick bersamaku saja… biar repot tapi aku dan dia sama – sama. tapi mau – ngak mau harusnya aku rela don sekali – sekali Arick diajak keluarga bapaknya. aku malah ngak seberuntung Arick. keluarga papaku bahkan lebih jauh dari tetangga sebelah denganku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s