Dahulu….

 

ada satu bagian masa lalu yang baru saja kulihat sisi manisnya… sebuah cinta ketika remaja,. walaupun cinta tak pernah membuat mataku buta, tapi cinta ini pernah memberi warna..

Berpacaran dengan seorang anak SMK ( saat itu aku masih SMU kls 1 ), adalah bagian masa remajaku. sayangnya setelah sekitar tiga bulan bersama , ada masalah muncul waktu itu. aku tertuduh selingkuh, dan aku belum selingkuh.. tapi dengan begini mataku terbuka akan satu fakta yang mengganggu selama ini.. laki – laki yang bersamaku suka sekali berbohong. misalnya katanya itu jam dia, padahal bukan,. katanya itu sepeda motornya , padahal dipinjam.,. dan lain – lain. padahal aku ngak matre lo…

Saat bersama sebenarnya aku cuma merasakan ada ganjalan dihati tapi begitu dituduh selingkuh aku mulai menyadari kalau ganjalan itu pantas untuk mempertimbangkan kembali tentang kelanjutan hubungan. Singkat cerita kita berpisah dengan tidak baik – baik..

Sayangnya tiga bulan dimabuk asmara, adalah awal penderitaan panjang buatku atau setidaknya aku menghukum diriku seperti itu. Semua guru 2 di sekolah menganggapku hina

bahkan kepala sekolah bilang ( aku ingat persis lo waktu itu nama kepala sekolah Pak Ruswandi, )  ” aku tak senonoh dan tak tahu diuntung ” ahh… mungkin memang tak tahu diuntung karena keluargaku miskin , aku malah asyik pacaran., tapi tak senonoh ?.. rasanya meskipun cinta saat itu begitu bergelora tak rela kurendahkan diriku untuk dijamah sesuka hatinya..

Saat itu aku hanyalah remaja biasa, seperti halnya remaja lain, aku juga dimabuk cinta.. Setiap pulang sekolah aku dan dia menghabiskan waktu bersama. kalau dua hari tidak ketemu dia akan datang kerumahku..  Begitulah cinta saat itu..

Aku terima  semua orang yang memandangku rendah, karena aku tau persis setiap tindakan pasti ada resikonya. dan saat itu apabila ada gadis lain melakukan kesalahan yang persis sama, resiko yang dia peroleh jauh lebih ringan.Bagaimana lagi , begitu takdirku… Aku sekuat tenaga melapangkan hati menjalaninya. yah… walaupun apa yang kulakukan tidak sebanding dengan resiko yang harus aku terima, setiap orang bukan hanya di sekolah, lingkungan rumahpun menganggapku aneh..

“Coba kalau aku tak bisa membaca perasaan dan pikiran orang lain dari raut wajahnya, pasti tak akan seperti ini rassanya ” Tapi biarlah… aku anggap  aja hukuman atas kisahku ketika aku masih remaja. yang pasti walaupun cinta itu segitu indahnya kala itu, aku masih tetap utuh adanya…

setelahnya aku tak siap membahas kisah itu dengan siapapun,.. malu rasanya.. malu karena aku hanyalah gadis miskin dan tak pantas dimabuk asmara … harusnya kuhabiskan waktu untuk hal – hal yang bermanfaat, .. Bahkan setelah menikahpun aku tetap merasa kisah itu tidak pantas untuk ada..

Tapi karena  kisah itu aku menyadari banyak hal terutama untuk tidak tergoda oleh cinta sesaat, mengenali betul kapan harus menjauhi seseorang, lalu bagaimana pandangan masyarakat yang picik di lingkunganku secara tak sengaja sudah menjadi norma.

Setelah sekian lama mengganggap cerita kecil itu adalah sebuah kesalahan, semalam aku melihat sisi manisnya., yah walaupun masih tetap menyesal, tapi dengan begitu aku pernah merasakan cintanya anak remaja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s